Beranda Hukum dan Kriminal Korupsi, Kepala Kampung Ini Resmi Ditahan Kejaksaan

Korupsi, Kepala Kampung Ini Resmi Ditahan Kejaksaan

53
0
BERBAGI

SeputarTuba.com – Kasus dugaan tindak pidana korupsi Kepala Tiyuh (Kampung) Agung Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, dengan tersangka Sugiarto bin Hadicahyo, telah resmi dilimpahkan Polres Tulangbawang (Tuba) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala Tuba. Rabu (9/1/2019).

Pelimpahan berkas tersangka berikut barang bukti (BB) tahap II, dilakukan oleh Unit Tipidkor Polres Tuba.

Kanit Tipikor, Putu Hartha Jaya, mendampingi Kapolres Tuba, menyampaikan bahwa pihaknya telah melimpahkan tersangka berikut BB tahap II kepada Kejari Menggala Tulangbawang, dalam perkara tipikor (OTT) kepada tersangka Sugiarto.

“Saat ini tersangka Sugiarto sudah diserahkan ke Kejari Tuba, atas perkara pembuatan sertifikat tanah.” ucap Putu melalui telepon seluler.

Hal senada ditegaskan Kasi Intel Kejari Tuba Ahmad Rafli,SH, bahwa benar pihaknya telah menerima pelimpahan tahap II berikut Barang Bukti dari unit Tipikor Polres Tuba.

“Ya, berkasnya sudah P21 dan tersangka sudah kita tahan mulai hari ini Rabu (9/1/2019) dengan sangkaan melanggar pasal 12 huruf a dan b Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ” Kata Rafli kepada dilansir dari Newslampungterkini.com (9/1/2019).

Lanjutnya, Kepala Tiyuh Agung Jaya terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.” jelasnya.

Sebelumnya Tim Saber Pungli Polres Tulangbawang, menangkap tersangka, Kepala Tiyuh Agung Jaya Sugiarto yang diduga tengah melakukan pungli terhadap masyarakat dengan memungut uang untuk pengurusan tanah.

Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Tulangbawang pada Jum’at (14/4/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, di rumah Sugiarto beberapa tahun lalu.

Diduga tersangka meminta uang kepada warga yang terdampak gusuran jalan tol sebesar Rp 5 juta per hektare dan modusnya tersangka tidak akan mengeluarkan surat tanah apabila masyarakat tidak membayarnya. (STB/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here