Beranda Hukum dan Kriminal Masyarakat Mengeluh, Wanita Ini Potong Dana PKH

Masyarakat Mengeluh, Wanita Ini Potong Dana PKH

172
0
BERBAGI

SeputarTuba.com – Dugaan penyimpangan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kembali terjadi di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, hal ini diketahui ketika banyak masyarakat yang mengeluh dengan adanya pemotongan oleh pendamping PKH, Minggu (03/03/2019).

Sinta, inilah Pendamping PKH yang melakukan pemotongan di Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, dirinya diduga melakukan pemotongan bantuan sebesar Rp.50.000,- hingga Rp.250.000,- setiap kali pencairan.

Menurut Edi, warga Dusun Hasan Bulan, Kampung Pasiran Jaya, bahwa Sinta selaku pendamping PKH setidaknya sudah beberapa kali melakukan pemotongan bantuan PKH.

“Untuk pencairan pertama dan kedua dari uang sejumlah Rp.500.000,- kami dipotong Rp.50.000,- dan pencairan ketiga dari sekitar Rp.270.000,- kami dipotong Rp.25.000,- dan yang lebih kami sesalkan pencairan bulan kemarin kami dipotong Rp.150.000,- dengan alasan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), padahal kami tidak pernah merasa diajak musyawarah untuk hal tersebut,” keluh Edi.

Lanjut Edi, dirinya dan penerima bantuan lainnya, diminta mengambil uang hanya di 1 ATM dan uang tersebut langsung dipotong sebesar Rp.150.000,- kalau tidak bantuan diancam akan dihapus.

Senada pula diungkapkan Warjilah warga Kampung Pasiran Jaya, dia mengaku, dari uang PKH sejumlah Rp.1.000.000,- langsung dipotong hingga Rp.250.000,-.

Sementara Sinta selaku Pendamping PKH, saat dikonfirmasi tidak menampik dan membenarkan telah melakukan pemotongan bantuan PKH pada tahap ketiga Tahun 2018 sebesar Rp.50.000,- dan Rp.150.000,- pada pencairan awal tahun 2019.

“Benar saya melakukan pemotongan pada pencairan tahap ketiga sebesar Rp.50.000,- dan pada tahap awal Tahun 2019 sebesar Rp.150.000,- dan uang tersebut saya pergunakan untuk pendirian Kelompok Usaha Bersama (KUBE), yang penarikannya telah dilakukan musyawarah pada sebelumnya, bukan saya langsung memotong, apalagi memaksa dan mengharuskan,” kilah Sinta. (STB/Mawan/Nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here