Beranda Hukum dan Kriminal Warga Dente Teladas Resah Oleh Aksi Premanisme

Warga Dente Teladas Resah Oleh Aksi Premanisme

13
0
BERBAGI

SeputarTuba.com – Aksi premanisme terjadi di wilayah hukum Polres Tulangbawang, meski aparat Kepolisian di semua tingkatan sedang gencar melakukan pemberantasan tindak premanisme, hal itu tak berlaku di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang.

Pasalnya sejumlah masyarakat mengaku resah dengan sering adanya tindakan premanisme, seperti yang baru-baru ini terjadi di Dusun 12 Karawang Baru, Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang.

Diketahui orang yang melakukan premanisme itu bernama Sakim, ia sering kali meresahkan warga di daerah tersebut dengan mengancam dengan senja tajam lalu merampas barang milik warga.

Seperti menimpa Korban Rukino, sepeda motor jenis Supra dengan nomor polisi BE 7254 TB dirampas secara paksa oleh preman tersebut dengan ditakut-takuti dengan senjata tajam.

selain merampas kendaraan, dengan santainya preman ini kembali datang untuk mengambil surat BPKB motor korbannya dengan membuka lemari menggunakan sebilah badik.

“Kejadian itu terjadi hari Sabtu (23/02/2019) Sakim datang mengambil sepeda motor saya dengan alasan akan mengambil obat di Seputih Raman Lampung Tengah, karena takut saya menyerahkan sepeda motor tersebut,” ucapnya.

Namun, lanjutnya, hingga berhari-hari motornya tidak dikembalikan, dan justru Sakim datang kembali mengatakan bahwa motor telah digadaikan dan meminta BPKB pada istrinya, yang pada saat itu Rukino tidak berada di rumah.

“Karena tidak diberikan, Sakim mencongkel lemari dengan menggunakan sebilah pisau dan mengacak acak lemari yang ada di rumah kami, istri saya ketakutan dan diam saja,” ungkap korban.

Diketahui, selain sepeda motor milik RK, masih ada juga barang berharga milik beberapa warga yang dirampas atau diambil paksa oleh preman tersebut.

Seperti yang menimpa Ngatemin warga Dusun Karawang Baru, surat tanah miliknya diambil oleh oknum preman tersebut.

“Satu minggu lalu Sakim datang kerumah anak saya meminta surat, karena takut, terpaksa oleh anak saya diberikan,” terang Ngatemin.

“Setelah mengambil surat tanah, Sakim sekarang hendak menjual tanah saya, saya berharap aparat penegak hukum dapat menangkap para preman yang telah meresahkan kami,” tambahnya. (STB/Mawan/Nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here