Beranda Hukum dan Kriminal Oknum Pendamping PKH Ternyata Double Job

Oknum Pendamping PKH Ternyata Double Job

62
0
BERBAGI

SeputarTuba.com – Sinta, oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang diduga melakukan pemotongan dalam penyaluran bantuan dana bagi masyarakat di Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang ternyata juga melakukan double job sebagai Tenaga Medis (Perawat) di Puskesmas Kampung Pasiran Jaya.

Padahal sudah jelas dalam aturannya bagi pendamping PKH tidak boleh kerja rangkap (double job), dan apabila memaksa kehendak jelas telah melakukan pelanggaran.

Sebab berdasarkan Peraturan Kemensos Nomor 249/LJS.JS/BLTB/07/2014 tentang Kriteria Rangkap Pekerjaan Bagi Pegawai Kontrak Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) di Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota maka setiap pendamping PKH tidak diperbolehkan double Job.

Sehingga wanita yang juga diduga melakukan melakukan pemotongan bantuan sebesar Rp.50.000,- hingga Rp.250.000,- ini telah jelas-jelas melakukan perbuatan melawan hukum.

Menurut salah satu petugas di Puskesmas Induk Pasiran Jaya, membenarkan bahwa memang Sinta bertugas sebagai tenaga perawat di Puskesmas Pembantu Pasiran Jaya. “Benar, Sinta adalah tenaga medis atau Perawatan di Puskesmas dan bertugas di Pustu Pasiran Jaya,” terangnya.

Menyikapi hal ini, tokoh pemuda setempat, Wahyu Nurhikmah, sangat menyayangkan tindakan yang selama ini telah dilakukan Sinta, karena berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak Sinta menjadi pendamping PKH, Sinta jarang sekali datang piket ke Puskesmas tempatnya bekerja.

“Saya kira dengan adanya double pekerjaan tersebut dia tidak bisa profesional dalam bekerja, dan saya harap Dinas Sosial Kabupaten Tulangbawang dapat mengevaluasinya, bagaimana bila sedang bekerja ada pasien gawat, tentu ini sangat membahayakan bagi masyarakat,” tegasnya.

Adapun sebelumnya, dugaan penyimpangan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kembali terjadi di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, hal ini diketahui saat ketika banyak masyarakat yang mengeluh dengan adanya pemotongan oleh pendamping PKH.

Sinta, merupakan pendamping PKH yang melakukan pemotongan di Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, dirinya diduga melakukan pemotongan bantuan sebesar Rp.50.000,- hingga Rp.250.000,- setiap kali pencairan.

Menurut Edi, warga Dusun Hasan Bulan, Kampung Pasiran Jaya, bahwa Sinta selaku pendamping PKH setidaknya sudah beberapa kali melakukan pemotongan bantuan PKH.

“Untuk pencairan pertama dan kedua dari uang sejumlah Rp.500.000,- kami dipotong Rp.50.000,- dan pencairan ketiga dari sekitar Rp.270.000,- kami dipotong Rp.25.000,- dan yang lebih kami sesalkan pencairan bulan kemarin kami dipotong Rp.150.000,- dengan alasan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), padahal kami tidak pernah merasa diajak musyawarah untuk hal tersebut,” keluh Edi.

Lanjut Edi, dirinya dan penerima bantuan lainnya, diminta mengambil uang hanya di satu ATM dan uang langsung dipotong sebesar Rp.150.000,-kalau tidak bantuan diancam akan dihapus.

Senada pula diungkapkan Warjilah warga Kampung Pasiran Jaya, dia mengaku, dari uang PKH sejumlah Rp.1000.000,- langsung dipotong hingga Rp.250.000,-.

Sementara Sinta selaku Pendamping PKH, saat dikonfirmasi tidak menampik dan membenarkan telah melakukan pemotongan bantuan PKH pada tahap ketiga Tahun 2018 sebesar Rp.50.000,- dan Rp.150.000,- pada pencairan awal Tahun 2019.

“Benar saya melakukan pemotongan pada pencairan tahap ketiga sebesar Rp.50.000,- dan pada tahap awal Tahun 2019 sebesar Rp.150.000,- dan uang tersebut saya pergunakan untuk pendirian Kelompok Usaha Bersama (KUBE), yang penarikannya telah dilakukan musyawarah pada sebelumnya, bukan saya langsung memotong, apalagi memaksa dan mengharuskan,” kilah Sinta. (STB/Mawan/Nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here