Beranda Pendidikan dan Kesehatan SMPN1 Banjar Agung Sosialisasi Dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak Serta Pelatihan Konvensi...

SMPN1 Banjar Agung Sosialisasi Dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak Serta Pelatihan Konvensi Hak Anak

92
0
BERBAGI

SeputarTuba.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang menggelar Sosialisasi dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak serta Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi pendidikan dan tenaga pendidik, Rabu (13/11/19).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti SE,.MH yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Nasaruddin, Kepala Sekolah Yenny Sofyan, S.T, M.Pd, Kepala Dinas Kesehatan Fatoni, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  dan segenap unsur Forkopimda.

Selain itu, pada kesempatan itu juga menghadirkan Fasilitator Nasional DR. Sowiyah,M.Pd, sebagai narasumber dalam acara sosialisasi dan deklarasi tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPN 1 Banjar Agung, Yenny Sofyan S.T,M.Pd, mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menuju sekolah ramah anak yang aman, bersih sehat peduli dan berbudaya lingkungan serta menghargai dan mendukung hak-hak anak melindungi dari kekerasan dan lainnya.

“Itu sudah kami jalankan sejak tahun-tahun sebelumnya, dan inilah hasil dari kebersamaan kami mendidik anak didik kami, sehingga mereka memiliki kemampuan dalam Wira usaha, kearifan lokal,” ujar Yenny Sofyan.

Lanjutnya, Sekolah yang dipimpin oleh nya tersebut, memiliki ramuan racik yang masih belum dipromosikan secara luas oleh pihaknya, sebab belum mendapatkan memiliki izin dari BPOM Tulangbawang.

“Ramuan yang diracik oleh sekolah kami merupakan dari tumbuh-tumbuhan herbal yang masih kami rahasiakan dan minuman ini banyak khasiatnya, untuk berbagai penyakit, kami berharap pemerintah bisa memberikan dukungan dalam mempromosikan jamu resep keluarga kami,” tukasnya.

Selain itu Yenny juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tulangbawang dapat memberikan bantuan untuk kelanjutan gedung sarana dan prasarana di sekolah yang dipimpinnya itu.

“Kami juga butuh dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan sarana sekolah, bapak-ibu sudah lihat ketinggian sekolah kami, kalau ada yang perlu diperbaiki, kami harap kiranya bisa dibantu, sehingga kami lebih semangat lagi untuk mewujudkan siswa yang memiliki integritas tinggi,” jelasnya.

Sementara, dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan Nasaruddin sebelum menyampaikan sambutan Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE,.MH, mengatakan, akan menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan dari pada pihak sekolah, untuk meningkatkan mutu pada SMPN 1 Banjar Agung.

Selanjutnya, Nasaruddin menyampaikan, peran Anak sangatlah penting sebagai generasi penerus bangsa penentu kualitas sumber daya. Dan tugas sebagai pendidik untuk memberikan hak-haknya agar dapat hidup tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan yang layak anak.

Pemenuhan hak untuk pendidikan diatur dalam pasal 28, 29 dan 31 Konvensi hak anak pendidikan adalah salah satu model terpenting bagi manusia dalam bertahan hidup karena melalui pendidikan berbagai ilmu dan pengetahuan bisa didapatkan pendidikan harus dapat diakses oleh setiap anak, pemerintah harus menjamin keberpihakan kepada peserta didik yang memiliki hambatan fisik maupun mental hambatan ekonomi dan sosial ataupun kendala geografis kasus kekerasan terhadap anak sebagai sorotan media karena kasus ini merupakan fenomena sosial yang sangat memprihatinkan.

“Untuk itulah peran masyarakat dan tenaga pendidik sekaligus peran keluarga melindungi anak dari lingkungan yang terkadang tidak ramah atau tidak layak bagi pertumbuhan dan keselamatan anak,” ujar Bupati Tulangbawang Winarti yang disampaikan oleh Nasaruddin.

“Dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan pemahaman kepada pendidik dan tenaga pendidikan, perlindungan anak di sekolah kemudian memberikan pemahaman tentang langkah-langkah mengembangkan pelayanan ramah sekolah dan melindungi hak anak melalui lingkungan sekolah,” terangnya.

Selain itu, mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan kebijakan pembelajaran dan pengawasan sekolah ramah anak bukanlah membangun sekolah baru. Namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya.

“Karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak Setelah rumahnya sendiri untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat dan semua terkait untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Tulangbawang menjadi kabupaten layak anak yang ditandai salah satunya dengan adanya sekolah ramah anak Besar harapan saya kegiatan pelatihan Konvensi hak anak dan sekolah ramah anak ini dapat memberikan informasi terbaik untuk para pendidik guru penyelenggara pendidikan dan anak-anak di Kabupaten Tulangbawang.

Pada acara tersebut, berbagai jenis barang kreatif yang berasal dari olehan limbah sampah menjadi topi dan lainnya. Selain itu pula berbagai chas makanan pun dipasarkan yang merupakan racikan dari pada siswa-siswi SMPN 1 Banjar Agung itu.

Kemudian, Penampilan menarik ditunjukkan mereka, bahkan mereka memiliki lagu ciptaan yel-yel sebagai tuan rumah sekolah ramah anak.

Selanjutnya, setelah Fasilitator Nasional DR. Sowiyah,M.Pd menjelaskan berbagai materi dalam mengasuh anak, kepada peserta didik wali murid, mengatakan sangat mengapresiasi karya-karya kearifan lokal yang ditunjukkan oleh SMP tersebut. Dirinya juga menyatakan, bahwa SMPN 1 Banjar Agung sudah masuk sebagai Sekolah Ramah Anak.

“Saya sangat mengapresiasi karya-karya kearifan, dan budaya mereka, sangat luar biasa, ini sudah masuk sebagai sekolah ramah anak,” ungkap Bunda Sowiyah sapaan akrab Fasilitator nasional itu.

“Saya minta ini tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi, sehingga tahun depan, Tulangbawang bisa mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten layak anak,” pintanya.

Kemudian, acara tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh Kepala Sekolah, penjaga sekolah, dan siswa, serta oleh Bupati Tulangbawang serta Narasumber Nasional. (STB/Mawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here