Beranda Hukum dan Kriminal Diduga Rugikan Negara 6 Milyar, SIKK-HAM Laporkan DPRD Tuba ke Kejaksaan

Diduga Rugikan Negara 6 Milyar, SIKK-HAM Laporkan DPRD Tuba ke Kejaksaan

15
0
BERBAGI

SeputarTuba.com – Lembaga Sentral Investigasi Akuntabilitas Korupsi dan Hak Azazi Manusia (SIKK-HAM) Kabupaten Tulangbawang, secara resmi melaporkan hasil temuannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala, mengenai dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan keuangan negera/daerah yang terjadi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang, pada Tahun Anggaran (TA) 2017, 2018 dan 2019, Rabu (24/06/2020).

Dalam penyerahan berkas bukti-bukti dugaan korupsi ke Kejari Menggala itu, diterima petugas Pelayanan Satu Pintu Kejari Menggala dan langsung disambut Kasi Intel Kejari Menggala Raden Akmal S.H., sekira pukul 15 : 45 WIB.

Usai penyerahan berkas laporan tersebut, Kasi Intel Kejari Menggala Raden Akmal SH menyampaikan bahwa mengucapkan terimakasih kepada lembaga SIKK-HAM Kabupaten Tulangbawang, yang mana telah turut serta membantu menjadi kontrol sosial di wilayah hukum Kejari Menggala, sehingga sampai dengan diserahkannya dugaan hasil temuan perbuatan melawan hukum yang terjadi di Sekretariat DPRD Kabupaten Tulangbawang.

“Laporannya diterima dan akan kami pelajari agar kedepannya dapat ditindaklanjuti, untuk perkembangannya bagaimana nanti kita koordinasikan lagi kepada SIKK-HAM dan awak media,” jelas Raden Akmal SH, usai menerima berkas laporan secara resmi.

Sementara itu, Direktur Cabang SIKK-HAM Kabupaten Tulangbawang, Junaidi Arsad, menjelaskan bahwa berkas laporan yang diserahkan ke Kejari Menggala tersebut merupakan hasil investigasi dari pada temuan kerugian negara di Sekretariat DPRD Tulangbawang yang sudah full baket datakan.

“Jadi temuan yang diserahkan itu, bukan hanya hasil dari kajian semata, melainkan juga dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk bukti dugaan kerugian negera yang dilakukan oleh Sekretariat DPRD Tulangbawang, diantaranya seperti pembelian Pin emas berlogo lambang DPRD Tulangbawang, yang ternyata tidak dibelikan emas, melainkan hanya berupa kuningan, kemudian pula contohnya seperti anggaran pembelian nasi kotak yang mereka anggaran sebesar Rp. 40.000,- per kotak, yang nyatanya saat kita kroscek ditempat mereka membeli hanya sebesar Rp. 20.000,- per kotak, sehingga hal ini jelas merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang merugikan negera,” jelas Junaidi Arsad.

“Selain itu, masih banyak lagi temuan yang kita laporkan, yang tidak bisa saya uraikan satu persatu karena terlalu banyak, namun yang jelas, dugaan kerugian negara yang kita laporkan jika dihitung totalnya mencapai sebesar Rp. 6 miliar lebih,” imbuhnya. (STB/Mawan/Nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here