Beranda Pendidikan dan Kesehatan 4189 Kartu BPJS-PBI Kabupaten Akan Kembali Diaktifkan Otomatis

4189 Kartu BPJS-PBI Kabupaten Akan Kembali Diaktifkan Otomatis

20
0
BERBAGI

 1,108 total views,  2 views today

SeputarTuba.com – Terkait adanya penonaktifan sebanyak 4.189 kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kabupaten beberapa bulan lalu, dikarenakan adanya kenaikan iuran pembayaran yang sebelumnya mencapai Rp. 42.000,- /orang untuk kelas 3, kini mulai diusulkan kembali untuk segera diaktifkan secara bertahap.

Hal itu tentunya, mengacu pada telah turun atau normal kembali jumlah iuaran BPJS-PBI Kabupaten tersebut, sehingga penonaktifan sejumlah kartu itu akan segera diusulkan kembali untuk segera diaktifkan nantinya.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Gentar Alam, S.Ag yang didampingi Seksi Pemberdayaan Sosial Dan Pengelolaan sumber dana bantuan sosial, Gustina Mayasari, SH.,MM. yang mewakili kepala Dinas Ir. Ahmad Sukur Mengatakan, adapun jumlah penerima Kartu BPJS-PBI Kabupaten pada saat Tahun 2019 sebanyak 20.111 orang, yang mana, memasuki awal Tahun 2020 kemarin jumlah tersebut mengalami pengurangan sebanyak 4.189.

“Hal ini karena mengacu pada naiknya iuran BPJS yang sebelumnya jumlah normal 25.500 rupiah namun memasuki awal Tahun 2020 naik hingga 42.500 rupiah/orang, jadi terpaksa dilakukan penonaktifan sebanyak 4.189 orang dari 20.111 tersebut,” terang Gentar Alam. Kamis kemarin (12/11/2020).

Namun, lanjutnya, dengan adanya normal/penurunan kembali harga iuran tersebut saat ini, pihaknya tengah mengusulkan kembali sebanyak 4.189 yang dinonaktifkan beberapa bulan lalu agar dapat berjalan normal kembali sesuai jumlah awal sebanyak 20.111 itu.

“Saat ini kita tengah usulkan kembali untuk mengaktifkan kartu BPJS yang sudah non aktif kemarin agar bisa aktif kembali, namun pengaktifan kembali ini melalui proses bertahap, dan hanya sesuai dengan data lama yang ada saat ini sebanyak 4.189 tersebut, bukan data baru, sehingga masyarakat yang sudah terdata dulu yang mendapatkan BPJS-PBI kabupaten ini dapat merasakan kembali pelayanan yang sempat dinonaktifkan tersebut,” tuturnya.

Tetapi, lanjut Gentar Alam lebih dalam, bila mana kedepan saat dalam keadaaan darurat atau urgent kartu tersebut belum aktif, masyarakat dapat mengajukan ke dinas sosial untuk meminta rekomendasi untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS itu dengan melampirkan beberapa persyaratan.

“Jika sifat nya urgent atau mendesak dan kartu BPJS tersebut belum aktif, kita dapat membantu memberikan rekomendasi untuk mengaktifkannya, namun dengan beberapa syarat, antara lain salah satunya masuk dalam basis data terpadu, membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM), foto pasien minimal 5R, foto rumah pasien tampak seluruh sisi, surat keterangan dari rumah sakit tempat pasien dirawat, fotocopy KTP, fotocopy KK, serta fotocopy kartu BPJS lama milik pasien,” jelasnya.

Ia juga berharap bagi masyarakat yang kurang mampu dengan diaktifkannya kembali BPJS-PBI Kabupaten yang dinonaktifkan kemarin dapat bermanfaat serta berguna bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga tidak ada lagi kendala terkait kesehatan kedepan. (STB/WJY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here