Januari 26, 2022

Seputar Tuba

Portal Berita Tulang Bawang

Pendamping PKH di Kecamatan Dente Teladas Lakukan Family Development Session

3 min read

 406 total views,  3 views today

SeputarTuba.com – Memiliki keluarga sejahtera, merupakan impian seluruh orang, dan memiliki anak-anak hebat tentu menjadi kebanggan orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu saja orang tua juga harus berusaha untuk mendidik, mengasuh dan menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Tidak perlu berpendidikan tinggi untuk menjadi orangtua yang berhasil. Siapapun bisa menjadi orangtua yang berhasil dalam mendidik, mengasuh dan menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) yang kemudian ditetapkan oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga, bahwa tidak hanya bantuan materi saja yang diberikan, namun pengetahuan berupa materi-materi sebagai upaya perubahan pola pikir Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) juga diberikan.

Maka dari itu, Supriono S.Pd. salah satu Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, melaksanakan kegiatan Family Development Session (FDS) di Kampung Dente Makmur, Kecamatan Dente Teladas.

Materi-materi yang diberikan diantaranya, seperti pengasuhan dan pendidikan anak, pengelolaan keuangan dan memulai usaha, kesehatan dan gizi, perlindungan anak, bidang pelayanan penyandang disabilitas berat, dan bidang peningkatan kesejahteraan lanjut usia.

Family Development Session (FDS) merupakan bagian dari bisnis proses Progam Keluarga Harapan (PKH) yang berupa pertemuan kelompok, yang digunakan sebagai wadah pemberian materi-materi yang sudah ditetapkan oleh Kemensos lewat modul-modul yang bertema sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan PKH.

Tujuan utama PKH yakni untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Sedangkan secara khusus tujuan PKH terdiri atas pertama, meningkatkan kondisi sosial ekonomi KPM, kedua, meningkatkan taraf pendidikan anak-anak KPM, ketiga, meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari KPM, empat, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi KPM.

Pendamping sosial adalah ujung tombak keberhasilan FDS memang benar. Dengan kreatifitas dan cara penyampaian pendamping sosial kepada KPM tentang materi FDS menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan.

Oleh sebab itu, pendamping sosial biasanya menyampaikan materi FDS kepada KPM dengan kemasan sangat interaktif, komunikatif, dan disertai contoh berupa film yang mengedukasi.

Metode blended learning digunakan oleh pendamping sosial untuk menyampaikan materi-materi pada modul kepada KPM. Metode blended learning yaitu metode dengan memanfaatkan media video animasi, proses diskusi dan dialog antar peserta dan narasumber yang kompeten.

Setiap bulan pendamping sosial mengadakan pertemuan kelompok yang dapat dijadikan celah potensial yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri peserta PKH selaku sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Hal ini dilakukan dengan kesungguhan dan keikhlasan antara pendamping sosial dan KPM, maka tujuan dari adanya FDS akan tercapai. Namun bila kegiatan FDS tidak dijalankan dengan kesungguhan dan keikhlasan tidak mustahil jika materi yang telah disampaikan oleh Pendamping Sosial akan berakhir dengan sia-sia.

Tidak sepenuhnya masalah tingkat pendidikan dan daya tangkap KPM, melainkan karena keinginan untuk maju yang membuat seseorang bisa menerima pengetahuan baru dan berani untuk berubah.

FDS diharapkan dapat menambah wawasan, menciptakan perubahan cara pandang hidup baik dalam pola pendidikan anak, tatanan ekonomi, dan cara hidup sehat bagi ibu dan anak peseta PKH.

Dengan begitu kualitas hidup KPM akan lebih mandiri dan berkualitas dari segi pengasuhan kepada anak, pendidikan, peningkatan perekonomian, pola hidup sehat dalam keluarganya, dan lain sebagainya.

Mendapatkan hasil yang sempurna dari adanya FDS sangatlah tidak mudah. Oleh sebab itu, meski sedikit materi dalam setiap sesi FDS yang bisa ditangkap oleh KPM itu sudah menjadi sebuah progres. Terlebih lagi materi FDS yang telah disampaikan selalu dipraktekan langsung kepada keluarga mereka masing-masing. (STB/Mawan/Nico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *