Oktober 19, 2021

Seputar Tuba

Portal Berita Tulang Bawang

Tips Menjadi Sultan Di Era Digital

4 min read

 978 total views,  3 views today

SeputarTuba.com (Tulang Bawang Barat) – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung, Rabu (25/8).

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Lampung yaitu, Ir. H. Arinal Djunaidi., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

KEVIN SUTEDJA, S.IKOM., M.SC (E-Commerce dan Strategist Marketing Spesialist), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL. Kevin memaparkan tema “PAPERLESS TRANSACTION”. Dalam pemaparannya, Kevin menjelaskan saat ini transaksi digital banking di Indonesia naik secara signifikan, hal ini di barengai oleh peningkatan transaksi e- commerce di Indonesia.

Fitur digital banking antara lain, QR Code, Paylater, Time, dan Points atau Vouchers. Penggunan fitur Paylater memiliki keuntungan dan kerugian. Dimana keuntungannya, meliputi proses transaksi lebh cepat dan praktis, tenor bervariasi, dan banyaknya promo menarik yang ditawarkan.

Kerugiannya antara lain, berpotensi menjadi konsumtif, menambang hutang, ancaman kemanan identitas, dan pengelolaan uang yang berantakan. Cara yang tepat mengindari pencurian data diri, meliputi cek aplikasi pinjaman online, pastikan legal dan terdaftar di OJK, jangan mendownlaod aplikasi pinjaman online yang tidak resmi dan tidak diketahui secara pasti developernya, serta perhatikan saat memasang aplikasi di gawai.

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh NATHASYA SILAEN, S.M (Ketua OKK Sobat Cyber Indonesia, Digital Enthusiast, dan Public Speaker). Nathasya mengangkat tema “MAIN AMAN SAAT BELANJA ONLINE”. Nathasya membahas faktor kenaikan jumlah internet meliputi, infrastruktur internet cepat atau boardbrand di Indonesia semakin rata, transformasi digital semakin masif akibat pembelanjaan online, serta kebijakan bekerja dari rumah sejak Maret 2020.

Produk yang banyak dibeli berupa, produk fashion dan kecantikan, produk rumah tangga, serta produk elektronik.
Alur belanja online yang aman meliputi, hindari penggunaan wifi publik, gunakan situs belanja terpercaya, pilih seller dengan reputasi baik, perhatikan deskripsi produk dengan teliti, gunakan rekening khusus, dan simpan bukti transaksi, pastikan gawa yang digunakan sudah aman, tidak simpan kartu kredit di toko online, lihat kebijakan situs belanja online terhadap data pribadi, dan adukan masalah transasksi yang tidak sesuai.

Pilar BUDAYA DIGITAL, oleh M. AGUS MUSLIM, S.H.I (ASN Peradilan Agama, Lembaga Amil Zakat, dan Satgas Penanggulangan Covid). Agus memberikan materi dengan tema “PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR DI DUNIA DIGITAL”. Agus menjelaskan penyebaran bahasa dengan budaya digital ini terhitung sangat massif setiap harinya penggunaan bahasa yang baik dan benar tidak semata-mata untuk melestarikan bahasa itu sendiri.

Namun juga menghindari komentar-komentar yang negatif yang cendrung meniumbulkan kontroversi. Dengan penyampaian bahasa yang santun dan mudah dipahami tentunya akan menarik pengguna media sosial dan tentunya pesan moral yang akan diberikan akan cendrung cepat mengena kepada masyarakat Pengguna media sosial.

Penggunaan bahasa yang baik dan benar didunia digital dapat mengedukasi masyarakat dengan baik akan pemahaman atau ilmu ilmu yang didapatkan kemedia sosial yang kemudian bisa dipahami dengan benar dan masyarakat dapat mengaplikasikan teori yang didapat tersebut.

Cara berkomunikasi dengan baik di dunia digital, meliputi penggunaan bahasa yang cendrung mudah dimengerti dan dipahami, cara penyampaian yang santun, serta hindari bahasa yang bisa menimbulkan suatu kontroversi.

Narasumber terakhir pada pilar ETIKA DIGITAL, oleh RUDI HARTONO, S.HI (Gemappena Lampung dan Praktisi Pendidikan). Rudi mengangkat tema “ETIKA PELAYANAN DALAM BERBISNIS DIGITAL”. Rudi menjelaskan digital marketing sudah menjadi sebuah tren pemasaran baru di jaman sekarang ini.

Banyak brand yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pengaruh di dunia digital, terutama di media sosial untuk mendapatkan perhatian dari customer-customer potensial. Prinsip etika bisnis, antara lain kepercayaan, loyalitas, kejujuran, otonomi, dan keadilan.

Tips meningkatkan kualitas pelayanan, antara lain menyapa pembeli dengan panggilan yang sopan, selalu membalas semua pertanyaan yang diajukan pembeli, termasuk soal kondisi barang yang dijual, serta memberikan kemasan yang aman dan packaging yang rapih untuk pembeli. Sebab packing yang rapi dan aman merupakan kewajiban penjual.

Webinar diakhiri, oleh GRACE AMALIANTY (Influencer dengan Followers 65,1 Ribu). Grace menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa Cara yang tepat mengindari pencurian data diri, meliputi cek aplikasi pinjaman online, pastikan legal dan terdaftar di OJK, jangan mendownlaod aplikasi pinjaman online yang tidak resmi dan tidak diketahui secara pasti developernya, serta perhatikan saat memasang aplikasi di gawai.

Alur belanja online yang aman meliputi, hindari penggunaan wifi publik, gunakan situs belanja terpercaya, pilih seller dengan reputasi baik, perhatikan deskripsi produk dengan teliti, gunakan rekening khusus, dan simpan bukti transaksi, pastikan gawa yang digunakan sudah aman, tidak simpan kartu kredit di toko online, lihat kebijakan situs belanja online terhadap data pribadi, dan adukan masalah transasksi yang tidak sesuai.

Cara berkomunikasi dengan baik di dunia digital, meliputi penggunaan bahasa yang cendrung mudah dimengerti dan dipahami, cara penyampaian yang santun, serta hindari bahasa yang bisa menimbulkan suatu kontroversi.

Tips meningkatkan kualitas pelayanan, antara lain menyapa pembeli dengan panggilan yang sopan, selalu membalas semua pertanyaan yang diajukan pembeli, termasuk soal kondisi barang yang dijual, serta memberikan kemasan yang aman dan packaging yang rapih untuk pembeli. (STB/FKY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *