Desember 9, 2021

Seputar Tuba

Portal Berita Tulang Bawang

Gerakan Nasional Literasi Digital Gelar Webinar di Tubaba

3 min read

 895 total views,  5 views today

SeputarTuba.com (Tulang Bawang Bara)  – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Lampung yaitu, Ir. H. Arinal Djunaidi., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

ADE SEPTIAN (Bankers), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL. Ade memaparkan tema “GO CASHLESS: JENIS-JENIS TRANSAKSI DIGITAL DI ERA NEW NORMAL”. Dalam pemaparannya, Ade menjabarkan ragam transaksi digital, meliputi pembayaran tagihan rutin, pembelanjaan, pembayaran berbasis QR, serta top-up e-wallet.

Manfaat transaksi digital, meliputi belanja lebih praktis, mengurangi penyebaran bakteri dan virus, banyak promo dan lebih hemat, serta keamanan transaksi terjamin. Resiko transaksi digital, mencakup masyarakat menjadi lebih konsumtif, nominal transaksi terbatas, kemungkinan terjadinya kejahatan virtual, serta transaksi terhambat ketika terjadi gangguan listrik atau internet.

Tips bertransaksi digital yang aman, meliputi aktifkan notifikasi transaksi, rutin menghapus histori transaksi, rutin mengganti password, tidak memberikan kode OTP kepada siapapun, belanja di situs dan aplikasi terpercaya, serta hindari penggunaan wifi publik ketika bertransaksi.

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh DR. MEITHIANA INDRASARI, ST., MM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Mei memaparkan tema “CERDAS DAN BIJAK DI RUANG DIGITAL”. Meithiana menjabarkan hal yang harus dihindari saat menggunakan media sosial agar tidak terjerat hukum sesuai UU ITE, meliputi penghinaan atau pencemaran nama baik, melanggar kesusilaan, menyebarkan kebencian atau permusuhan, serta menyebarkan berita hoax dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian.

Hal yang pantang dilakukan di media sosial, mencakup memulai konflik, curhat masalah pribadi, mengejek orang lain, berbagi foto tidak senonoh, serta bersikap terlalu ekstrim. Membuat konten positif, dengan cara mengajarkan hal-hal yang perlu diketahui, menyajikan informasi dengan cara menghibur, mengisahkan cerita imajinatif, serta konten yang dapat dibagikan.

Pilar BUDAYA DIGITAL, oleh ROZALI BANGSAWAN, S.AG., M.AG (Dosen Filsafat Ilmu D STES TUBABA). Rozali memberikan materi dengan tema “MENGENALKAN BUDAYA INDONESIA MELALUI LITERASI DIGITAL”. Rozali membahas mempelajari berbagai budaya bangsa sendiri lewat teknologi digital dengan cara membaca, melihat video, foto dan berbagai liputan ataupun vlog dan laporan yang diupload oleh berbagai pihak dan warganet dari seluruh indonesia bahkan warga mancanegara tentang daerah dan budaya di indonesia.

Kekayaan Indonesia menjadi salah satu modal berharga bagi warganet untuk berkreasi di media digital. Banyak topik atau tema budaya yang dapat diangkat dan dituangkan menjadi konten kreasi yang menarik sekaligus untuk mengenalkan budaya bangsa ke publik dalam pemberdayaan budaya Indonesia melalui literasi digital.

Mendayagunakan internet dalam pemberdayaan budaya Indonesia di era digital, meliputi konsistensi, web atau blog diperbarui secara berkala, bangun komunikasi, kembangkan jejaring, dan bijak bermedia sosial.

Narasumber terakhir pada pila ETIKA DIGITAL, oleh ARMALIA, S.H., M.H (Redaktur Media Sosial Lampung Post). Armalia mengangkat tema “BASIC KNOWLEDGE AND ONLINE BUSINESS RULES”. Amalia membahas jenis-jenis e-commerce, meliputi produsen atau perusahaan dengan perusahaan, bisnis ke konsumer, konsumer ke konsumer, konsumer ke bisnis, serta bisnis ke administrasi.

Aman berbelanja online, dengan cara membeli produk dari online shop terpercaya, baca cermat kebijakan yang berlaku, waspada barang murah, pahami deskripsi produk, pilih pembayaran yang aman, serta simpan bukti bayar. Pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis, meliputi pelaku usaha, konsumen, instansi penyelenggara Negara, serta orang yang menjual barang atau jasa secara temporal dan tidak bertujuan komersil. Peraturan pemerintah mewajibkan pelaku usaha memiliki izin usaha dalam melakukan kegiatan PMSE. Izin usaha dapat dilakukan melalui online single submission.

Webinar diakhiri, oleh JOS OREN (Youtuber dan Influencer dengan Followers 11,7 Ribu). Jos menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tips bertransaksi digital yang aman, meliputi aktifkan notifikasi transaksi, rutin menghapus histori transaksi, rutin mengganti password, tidak memberikan kode OTP kepada siapapun, belanja di situs dan aplikasi terpercaya, serta hindari penggunaan wifi publik ketika bertransaksi.

Membuat konten positif, dengan cara mengajarkan hal-hal yang perlu diketahui, menyajikan informasi dengan cara menghibur, mengisahkan cerita imajinatif, serta konten yang dapat dibagikan.

Mendayagunakan internet dalam pemberdayaan budaya Indonesia di era digital, meliputi konsistensi, web atau blog diperbarui secara berkala, bangun komunikasi, kembangkan jejaring, dan bijak bermedia sosial. Aman berbelanja online, dengan cara membeli produk dari online shop terpercaya, baca cermat kebijakan yang berlaku, waspada barang murah, pahami deskripsi produk, pilih pembayaran yang aman, serta simpan bukti bayar. (STB/FKY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *