Desember 9, 2021

Seputar Tuba

Portal Berita Tulang Bawang

Polemik Koperasi BMW, LSM Pijar Keadilan Akan Lapor APH

2 min read

 6,257 total views,  3 views today

SeputarTuba.com – Polemik tentang Koperasi Bergerak Melayani Warga (BMW), Koperasi PNS dengan anggota lebih dari 4.000 Guru TK, SD, dan SMA, ada fakta baru yang diurai oleh LSM Pijar Keadilan yaitu Fachrudin, yang menyebutkan hal keuntungan yang disampaikan kepada anggota koperasi hanya janji belaka dan faktanya tidak terealisasi.

“Dari hasil obrolan santai dengan salah satu sumber yang saya temui cerita tentang Koperasi BMW, ada yang mengaku koperasi tersebut dibentuk dengan kesepakatan bersama, namun apa yang dijanjikan dari item-item koperasi itu tidak terjadi atau hanya Ansor (Angin Surga,Red) saja,” terang Fachrudin, Kamis (14/10).

Untuk diketahui, koperasi tersebut sudah mulai berjalan sejak tahun 2019 dengan hasil kesepakatan bersama, kemudian masing-masing anggota diminta iuran sebesar Rp.130.000,- sebagai modal awal, dan kemudian setiap anggota diwajibkan untuk melakukan iuran sebesar Rp.10.000,- di setiap bulannya, dengan tujuan dapat menjadi sumber pendanaan dalam setiap anggota yang mendapatkan kegiatan.

“Dari nama koperasi tersebut sudah memakai label pemerintah daerah atau jargon BMW, tapi anehnya semua itu mengandung unsur memperkaya individu, seperti dalam awal membentuk koperasi tersebut yang awalnya memakai kesepakatan, terus setiap anggota diminta Rp.130.000,- kemudian dilakukan iuran perbulan Rp.10.000,- setiap anggota, katanya sih buat anggota yang mendapat kegiatan,” papar Fachrudin.

Polemik tersebut, Fachrudin akan melaporkan perihal itu, kepada aparat penegak hukum di wilayah hukum Kabupaten Tulang Bawang karena menurutnya apa yang dilakukan para pemain di koperasi itu tidak sesuai seperti apa yang dijanjikan di awal .

“Sejauh ini tim kami lagi pengumpulan alat-alat bukti guna untuk melaporkan hal ini ke pihak APH di Tulang bawang, atas apa yang dilakukan para oknum koperasi, dengan kesepakatan bersama namun faktanya kesepakatan itu tidak terealisasi malah sudah fakum tanpa kejelasan,” ungkapnya.

Disisi lain menyikapi terkait polemik tersebut, pihak dari koperasi BMW masih belum memberikan tanggapan resmi hanya melalui via WhatsApp yang katanya akan mengirimkan hak jawab, kemudian pada saat dihubungi masih belum menjawab.

Sedangkan Bendahara Koperasi BMW sendiri Subagio, juga enggan untuk memberikan tanggapannya, dikarenakan ia belum ada izin dari ketua dari koperasi, namun ia membenarkan jika koperasi BMW sudah berhenti melakukan tarikan maupun kegiatan lainnya.

“Sejauh ini koperasi BMW sudah tidak berjalan, karena semenjak sekitar bulan 6 atau bulan 8 koperasi BMW sudah tidak berjalan lagi, untuk seterusnya saya kurang tahu karena saya tidak memegang data, mungkin itu saja ya mas,” pungkas Subagio. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *